Lompat ke isi
Pekerja bongkar muat mengikat muatan dari truk ke derek kapal di dermaga pelabuhan

Perusahaan Bongkar Muat & Terminal Pelabuhan

Pelatihan & Sertifikasi Foreman Bongkar Muat Pelabuhan

Foreman menentukan apakah satu shift berakhir dengan target tercapai — atau dengan muatan rusak dan laporan insiden. Program ini menyiapkan foreman Anda memimpin regu, mengarahkan derek, dan mengamankan muatan dengan benar, lalu mengantarnya ke uji kompetensi LSP berlisensi BNSP.

Biasanya dimulai dari salah satu ini

  • Foreman baru dipromosikan dari regu TKBM
  • Temuan audit K3 di area dermaga
  • Klaim kerusakan atau selisih muatan
  • Produktivitas bongkar muat di bawah target

Proposal tanpa biaya Kelas di pelabuhan Anda Uji oleh LSP berlisensi BNSP

Basis operasi
Medan
Format
In-house di pelabuhan
Peserta terlayani
2.200+
Program terselenggara
25+

Perusahaan yang Bekerja Sama dengan RTI

Pengelola pelabuhan, pembangkit listrik, perkebunan, dan industri pengolahan telah menjalankan program pengembangan kompetensi bersama PT Rindu Tenang Indonesia. Logo menunjukkan kerja sama program pelatihan secara umum, bukan khusus program Foreman.

Pengertian

Apa itu Foreman Bongkar Muat?

Foreman bongkar muat adalah pemimpin satu regu tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang mengendalikan pekerjaan di palka kapal atau di dermaga. Di lapangan jabatan ini sering disebut mandor regu atau foreman pelabuhan. Foreman membagi tugas regu, memberi isyarat kepada operator derek, memastikan muatan diangkat, ditumpuk, dan diamankan dengan benar, serta mencatat produktivitas dan hambatan selama shift.

Apa itu pelatihan dan sertifikasi Foreman Bongkar Muat?

Pelatihan Foreman Bongkar Muat menyiapkan foreman dan calon foreman agar memimpin regu dengan aman dan produktif, lalu membuktikan kompetensinya lewat uji di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP. PT Rindu Tenang Indonesia menyelenggarakan pelatihannya secara in-house untuk perusahaan bongkar muat (PBM) dan terminal, dan mengatur pelaksanaan ujinya — sertifikat kompetensi diterbitkan LSP, bukan RTI.

Terakhir diperbarui

Tugas Foreman

Tugas dan tanggung jawab Foreman Bongkar Muat

Stowage plan disusun di kantor, tetapi yang menjalankannya adalah foreman di bawah hook. Sepanjang satu shift, tugas foreman bongkar muat mencakup sembilan hal berikut — dan kesembilannya menjadi dasar kurikulum program ini.

  1. 1

    Membaca rencana kerja kapal. Memahami stowage plan, manifest, dan urutan palka sebelum regu mulai bekerja, termasuk muatan yang perlu penanganan khusus.

  2. 2

    Membagi dan memimpin regu TKBM. Menempatkan anggota regu per palka atau per titik dermaga, membuka shift dengan briefing, dan memastikan tiap orang tahu tugas serta batas aman kerjanya.

  3. 3

    Memeriksa alat bantu angkat. Memastikan sling, jala, spreader, dan tray layak pakai serta sesuai berat muatan sebelum pengangkatan pertama.

  4. 4

    Memberi isyarat kepada operator derek. Mengarahkan derek kapal atau derek darat dengan isyarat tangan baku dan radio, serta menjaga orang tetap di luar zona di bawah beban.

  5. 5

    Mengawasi penanganan dan penumpukan muatan. Memastikan muatan diangkat, ditumpuk, diberi dunnage, dan di-lashing sesuai rencana sehingga tidak rusak, bergeser, atau membahayakan stabilitas.

  6. 6

    Mengejar target produktivitas regu. Memantau capaian regu terhadap target (misalnya ton per gang per jam) dan menyingkirkan penyebab regu menunggu.

  7. 7

    Mencatat hambatan, kerusakan, dan hasil kerja. Berkoordinasi dengan checker/tally, mencatat waktu hambatan, dan menyusun berita acara bila ada muatan rusak.

  8. 8

    Menghentikan pekerjaan bila tidak aman. Mengambil keputusan berhenti saat cuaca buruk, petir, alat bermasalah, atau kondisi palka meragukan — lalu melaporkannya.

  9. 9

    Serah terima shift. Menyerahkan status palka, sisa muatan, kendala, dan catatan keselamatan kepada foreman berikutnya agar pekerjaan tidak mulai dari nol.

Deretan derek tetap di dermaga Pelabuhan Gresik yang diarahkan isyarat foreman
Derek dermaga di Pelabuhan Gresik. Foto ilustrasi: Hernawan Widhi, CC BY 2.0.

Banyak foreman naik jabatan karena paling berpengalaman di regunya — bukan karena pernah dibekali cara memimpin, mencatat, dan mengambil keputusan keselamatan. Celah itulah yang ditutup program ini.

Mengapa Penting

Tiga kerugian yang paling sering berawal dari regu

Kecelakaan, klaim muatan, dan waktu sandar yang membengkak jarang disebabkan alat. Ketiganya hampir selalu berawal dari keputusan di tingkat regu — dan di situlah foreman berdiri.

Beban jatuh & terayun

Sling yang salah pilih, beban melebihi kapasitas, atau isyarat yang disalahpahami operator derek — tiga penyebab kejadian yang paling sering berulang di bawah hook.

Muatan rusak & selisih

Penumpukan tanpa dunnage, lashing yang longgar, dan tally yang tidak cocok berujung pada berita acara kerusakan dan klaim pemilik barang.

Waktu sandar membengkak

Regu yang menunggu alat, pergantian shift tanpa serah terima, dan hambatan yang tidak dicatat membuat kapal tinggal lebih lama dari rencana.

Ketiganya dicegah oleh kebiasaan yang sama: briefing sebelum kerja, isyarat yang baku, pemeriksaan alat bantu angkat, dan pencatatan yang jujur. Kebiasaan itu yang dilatihkan — bukan hafalan teori.

Perbedaan Jabatan

Foreman, chief foreman, stevedore, checker, dan Loading Master — apa bedanya?

Kelima jabatan ini bekerja di kapal yang sama, tetapi memegang tanggung jawab yang berbeda. Sebutannya bisa bervariasi antar perusahaan bongkar muat; yang tetap adalah pembagian perannya.

Perbandingan peran foreman bongkar muat dengan jabatan lain di pelabuhan
Jabatan Lingkup kerja Fokus tanggung jawab
Foreman bongkar muat Memimpin satu regu TKBM di satu palka atau satu titik dermaga, termasuk isyarat derek Keselamatan regu, penanganan muatan, produktivitas per palka
Chief foreman Mengoordinasikan beberapa foreman dalam satu shift atau satu kapal Pembagian regu dan alat antar-palka, penyelesaian hambatan
Stevedore (pengawas PBM) Mewakili perusahaan bongkar muat atas seluruh kegiatan satu kapal dan berhubungan dengan perwira kapal Rencana kerja kapal, kesepakatan dengan pihak kapal, laporan kegiatan
Checker / tally Menghitung dan mencatat muatan yang dibongkar atau dimuat, bekerja berdampingan dengan foreman Jumlah, kondisi, dan dokumen serah terima muatan
Loading Master Memimpin transfer muatan cair kapal-darat lewat pipa atau loading arm Minyak, BBM, CPO, kimia cair — mengacu ISGOTT

Kurikulum

Enam modul, mengikuti satu kali kapal sandar

Peserta belajar dalam urutan yang sama dengan pekerjaannya: dari rapat sebelum palka dibuka sampai laporan akhir shift. Materi diselaraskan dengan SKKNI bidang bongkar muat; unit kompetensi yang diujikan mengikuti skema LSP yang dipilih.

  1. 01 Pra-kegiatan

    Membaca Rencana Kerja Kapal

    • Stowage plan, manifest, dan urutan palka
    • Pembagian regu (gang) per palka dan per shift
    • Pemeriksaan alat bantu angkat: sling, jala, spreader, tray
  2. 02 Regu

    Memimpin Regu TKBM di Lapangan

    • Briefing awal shift dan analisis bahaya pekerjaan
    • Penempatan orang di luar zona di bawah beban
    • APD, disiplin jalur pejalan kaki, dan kewenangan menghentikan kerja
  3. 03 Pengangkatan

    Isyarat & Koordinasi dengan Operator Derek

    • Isyarat tangan baku dan komunikasi radio
    • Batas beban kerja aman alat bantu angkat
    • Koordinasi dengan juru ikat dan operator derek kapal maupun darat
  4. 04 Muatan

    Penanganan, Penumpukan & Pengamanan Muatan

    • Teknik stowage, dunnage, lashing, dan securing
    • Karakteristik general cargo, karungan, curah kering, dan peti kemas
    • Mengenali label barang berbahaya pada kemasan
  5. 05 Pencatatan

    Produktivitas, Tally & Laporan

    • Target produktivitas regu (ton per gang per jam)
    • Koordinasi dengan checker/tally dan pencatatan hambatan
    • Berita acara kerusakan muatan dan laporan harian
  6. 06 Darurat

    Keselamatan & Tanggap Darurat Dermaga

    • Bahaya palka, jatuh ke air, cuaca buruk, dan petir
    • Penghentian operasi dan pelaporan insiden
    • Serah terima shift dan pengelolaan kelelahan regu

Disesuaikan dengan muatan dan dermaga Anda

Bobot tiap modul diatur ulang menurut jenis muatan (karungan, curah, general cargo, atau peti kemas), alat yang dipakai (derek kapal atau derek darat), dan temuan audit terakhir Anda.

Diskusikan kebutuhan Anda

Syarat

Syarat menjadi Foreman Bongkar Muat bersertifikat

Ada dua kelompok syarat: kemampuan yang dibutuhkan di lapangan, dan berkas yang diminta LSP untuk uji kompetensi. Pelatihan menutup kelompok pertama; kelompok kedua kami periksa bersama Anda sebelum peserta didaftarkan.

Kemampuan di lapangan

  • Pengalaman bekerja di regu bongkar muat, idealnya sudah pernah memimpin atau mewakili mandor regu
  • Mampu membaca stowage plan, manifest, dan tanda pada kemasan muatan
  • Menguasai isyarat tangan baku untuk derek dan komunikasi radio
  • Memahami bahaya bongkar muat: beban tergantung, palka, tepi dermaga, dan barang berbahaya
  • Tegas mengambil keputusan menghentikan pekerjaan yang tidak aman

Berkas uji yang umumnya diminta LSP

  • Identitas diri dan pas foto sesuai ketentuan LSP
  • Bukti pengalaman kerja di bidang bongkar muat, misalnya surat keterangan kerja
  • Formulir permohonan dan asesmen mandiri yang diisi peserta
  • Bukti pendukung lain yang diminta skema, seperti sertifikat pelatihan atau portofolio pekerjaan

Ketentuan pasti — termasuk lama pengalaman minimal — ditetapkan skema LSP yang dipakai, bukan oleh RTI.

Sertifikasi

Siapa menerbitkan apa — dan kenapa tidak bisa ditukar

Di satu regu bongkar muat ada beberapa bukti kompetensi yang berbeda, dari lembaga yang berbeda. Masing-masing berdiri sendiri: yang satu tidak menggantikan yang lain, dan memegang satu tidak otomatis memenuhi yang lain.

BNSP

Sertifikat kompetensi dari LSP berlisensi BNSP

Untuk: Foreman sendiri

Menjadi bukti bahwa foreman kompeten memimpin kegiatan bongkar muat. Uji dilakukan asesor LSP yang skemanya mencakup bidang bongkar muat; ketersediaan skema dan unit yang diujikan dipastikan pada tahap pemetaan.

Kemnaker

Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020

Untuk: Operator derek & juru ikat di regunya

Operator pesawat angkat, operator pesawat angkut, dan juru ikat memerlukan lisensi K3 tersendiri. Pelatihan foreman tidak menggantikan lisensi ini, dan sertifikat foreman tidak berlaku sebagai lisensi operator.

Kemenhub

Kewajiban SDM kompeten dalam usaha bongkar muat

Untuk: Perusahaan bongkar muat

Permenhub PM 59 Tahun 2021 beserta perubahannya menuntut peralatan dan kegiatan bongkar muat ditangani SDM yang kompetensinya dibuktikan dengan sertifikat — alasan paling umum perusahaan menyertifikasi foreman-nya.

Butuh peta lengkap lisensi K3 untuk seluruh kegiatan pelabuhan — operator derek, juru ikat, ruang terbatas, hingga Ahli K3 Umum? Lihat halaman pelatihan dan sertifikasi K3 pelabuhan.

Alur Program

Cara mendapatkan sertifikat Foreman Bongkar Muat

Lima langkah dari pemetaan kebutuhan sampai sertifikat kompetensi terbit. RTI mendampingi langkah 1–4; langkah 5 sepenuhnya kewenangan LSP.

  1. 1

    Pemetaan kebutuhan

    Jumlah foreman dan calon foreman, jenis muatan, dermaga, pola shift, dan target sertifikasi perusahaan dipetakan — termasuk ketersediaan skema LSP yang sesuai.

  2. 2

    Pelatihan & praktik

    Kelas in-house dengan studi kasus dari SOP dan catatan insiden Anda, latihan isyarat, pemeriksaan alat bantu angkat, dan simulasi keputusan lapangan.

  3. 3

    Berkas permohonan uji

    Peserta mengisi permohonan dan asesmen mandiri, lalu melengkapi bukti pengalaman kerja sesuai persyaratan skema. RTI membantu memeriksa kelengkapannya.

  4. 4

    Uji kompetensi oleh asesor LSP

    Asesor LSP berlisensi BNSP menguji peserta dengan metode yang ditetapkan skema — misalnya observasi, wawancara, tertulis, atau portofolio.

  5. 5

    Keputusan & sertifikat

    Peserta yang dinyatakan kompeten menerima sertifikat kompetensi yang diterbitkan LSP berlisensi BNSP. Keputusan ini sepenuhnya kewenangan LSP.

Peserta

Untuk siapa program ini?

Personel yang memimpin atau disiapkan memimpin regu bongkar muat, serta rekan kerja yang hasil kerjanya bergantung pada keputusan foreman.

Foreman & Chief Foreman

Pemimpin regu kerja di palka, dermaga, dan lapangan penumpukan perusahaan bongkar muat (PBM).

Calon foreman

Anggota atau mandor regu TKBM yang disiapkan naik jabatan dan perlu bekal kepemimpinan lapangan.

Supervisor operasi & stevedore

Pengawas kegiatan satu kapal yang mengoordinasikan beberapa foreman sekaligus.

Checker, tally & HSE pelabuhan

Personel yang bekerja berdampingan dengan foreman dan ikut menanggung hasil pencatatan serta keselamatannya.

FAQ

Pertanyaan seputar Foreman Bongkar Muat

Apa itu Foreman Bongkar Muat?

Foreman bongkar muat adalah pemimpin satu regu tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di palka kapal atau di dermaga. Ia membagi tugas regu, memberi isyarat kepada operator derek, memastikan muatan diangkat, ditumpuk, dan diamankan dengan benar, serta mencatat produktivitas dan hambatan selama shift. Di lapangan, jabatan ini sering disebut mandor regu.

Apa tugas utama Foreman Bongkar Muat?

Tugas utamanya membaca rencana kerja kapal, membagi dan memimpin regu TKBM, memeriksa alat bantu angkat, memberi isyarat kepada operator derek, mengawasi penumpukan dan lashing muatan, mengejar target produktivitas, mencatat hambatan dan kerusakan, menghentikan pekerjaan yang tidak aman, dan melakukan serah terima shift.

Apa beda foreman dan stevedore?

Foreman memimpin satu regu di satu palka atau satu titik dermaga. Stevedore adalah pengawas dari perusahaan bongkar muat yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan satu kapal dan berhubungan langsung dengan perwira kapal; ia membawahkan atau mengoordinasikan beberapa foreman.

Bagaimana cara mendapatkan sertifikat Foreman Bongkar Muat?

Sertifikat kompetensi diperoleh lewat uji kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP yang skemanya mencakup bidang bongkar muat. Alurnya: pelatihan dan persiapan, pengisian berkas permohonan dan asesmen mandiri, uji oleh asesor LSP, lalu keputusan kompeten dan penerbitan sertifikat oleh LSP.

Apakah RTI menerbitkan sertifikat Foreman Bongkar Muat?

Tidak. PT Rindu Tenang Indonesia menyelenggarakan pelatihan dan mengatur pelaksanaan uji kompetensi. Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP setelah asesornya menyatakan peserta kompeten.

Apakah pelatihan ini sekaligus lisensi operator crane atau juru ikat?

Tidak. Lisensi K3 operator pesawat angkat, operator pesawat angkut, dan juru ikat mengikuti Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan diterbitkan melalui jalur Kemnaker. Foreman belajar berkoordinasi dengan mereka, tetapi tidak menerima lisensi tersebut dari program ini. Bila regu Anda juga memerlukannya, keduanya dipetakan terpisah pada tahap awal.

Apa syarat peserta untuk ikut uji kompetensi?

Persyaratan uji — termasuk pengalaman kerja minimal dan dokumen pendukung — ditetapkan oleh skema LSP yang dipakai, bukan oleh RTI. Umumnya diminta identitas, bukti pengalaman kerja di bidang bongkar muat, serta formulir permohonan dan asesmen mandiri. Persyaratan itu kami periksa bersama Anda sebelum peserta didaftarkan.

Berapa lama dan berapa biaya pelatihannya?

Durasi dan biaya ditetapkan dalam proposal, karena bergantung pada jumlah peserta, jumlah modul yang dipilih, lokasi pelabuhan, dan apakah uji kompetensi LSP disertakan. Proposal tidak dikenai biaya dan tidak mengikat.

Apakah pelatihan bisa diadakan di pelabuhan kami?

Bisa. Program dirancang sebagai kelas in-house. Jadwal disusun mengikuti pola shift dan jadwal kapal sandar, dan sesi praktik dapat memakai alat bantu angkat serta area dermaga Anda bila diizinkan pengelola terminal.

Apa yang perlu kami siapkan untuk meminta proposal?

Cukup perkiraan jumlah peserta, jenis muatan yang ditangani, lokasi pelabuhan, rentang waktu yang diinginkan, dan apakah uji kompetensi LSP ingin disertakan.

Minta Proposal

Susun program Foreman Bongkar Muat untuk pelabuhan Anda

Sampaikan jumlah peserta, jenis muatan, dan rentang waktu yang Anda inginkan. Tim kami menyusun proposal berisi materi, jadwal, dan opsi uji kompetensi LSP.

  • Tanpa biaya dan tanpa kewajiban pada tahap proposal
  • Materi disesuaikan dengan muatan dan SOP bongkar muat Anda
  • Jadwal mengikuti pola shift dan jadwal kapal sandar
Butuh jawaban cepat? 0811-309-902

Data yang Anda kirim dipakai hanya untuk menyusun penawaran dan menghubungi Anda kembali. Tidak ada biaya pada tahap ini, dan tidak ada kewajiban melanjutkan.

Setiap regu layak dipimpin foreman yang kompeten

Diskusikan kebutuhan pelatihan foreman di pelabuhan Anda — karungan, curah, general cargo, maupun peti kemas — bersama tim RTI.

WhatsApp Minta Proposal