Apa itu Foreman Bongkar Muat?
Foreman bongkar muat adalah pemimpin satu regu tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di palka kapal atau di dermaga. Ia membagi tugas regu, memberi isyarat kepada operator derek, memastikan muatan diangkat, ditumpuk, dan diamankan dengan benar, serta mencatat produktivitas dan hambatan selama shift. Di lapangan, jabatan ini sering disebut mandor regu.
Apa tugas utama Foreman Bongkar Muat?
Tugas utamanya membaca rencana kerja kapal, membagi dan memimpin regu TKBM, memeriksa alat bantu angkat, memberi isyarat kepada operator derek, mengawasi penumpukan dan lashing muatan, mengejar target produktivitas, mencatat hambatan dan kerusakan, menghentikan pekerjaan yang tidak aman, dan melakukan serah terima shift.
Apa beda foreman dan stevedore?
Foreman memimpin satu regu di satu palka atau satu titik dermaga. Stevedore adalah pengawas dari perusahaan bongkar muat yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan satu kapal dan berhubungan langsung dengan perwira kapal; ia membawahkan atau mengoordinasikan beberapa foreman.
Bagaimana cara mendapatkan sertifikat Foreman Bongkar Muat?
Sertifikat kompetensi diperoleh lewat uji kompetensi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP yang skemanya mencakup bidang bongkar muat. Alurnya: pelatihan dan persiapan, pengisian berkas permohonan dan asesmen mandiri, uji oleh asesor LSP, lalu keputusan kompeten dan penerbitan sertifikat oleh LSP.
Apakah RTI menerbitkan sertifikat Foreman Bongkar Muat?
Tidak. PT Rindu Tenang Indonesia menyelenggarakan pelatihan dan mengatur pelaksanaan uji kompetensi. Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP setelah asesornya menyatakan peserta kompeten.
Apakah pelatihan ini sekaligus lisensi operator crane atau juru ikat?
Tidak. Lisensi K3 operator pesawat angkat, operator pesawat angkut, dan juru ikat mengikuti Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan diterbitkan melalui jalur Kemnaker. Foreman belajar berkoordinasi dengan mereka, tetapi tidak menerima lisensi tersebut dari program ini. Bila regu Anda juga memerlukannya, keduanya dipetakan terpisah pada tahap awal.
Apa syarat peserta untuk ikut uji kompetensi?
Persyaratan uji — termasuk pengalaman kerja minimal dan dokumen pendukung — ditetapkan oleh skema LSP yang dipakai, bukan oleh RTI. Umumnya diminta identitas, bukti pengalaman kerja di bidang bongkar muat, serta formulir permohonan dan asesmen mandiri. Persyaratan itu kami periksa bersama Anda sebelum peserta didaftarkan.
Berapa lama dan berapa biaya pelatihannya?
Durasi dan biaya ditetapkan dalam proposal, karena bergantung pada jumlah peserta, jumlah modul yang dipilih, lokasi pelabuhan, dan apakah uji kompetensi LSP disertakan. Proposal tidak dikenai biaya dan tidak mengikat.
Apakah pelatihan bisa diadakan di pelabuhan kami?
Bisa. Program dirancang sebagai kelas in-house. Jadwal disusun mengikuti pola shift dan jadwal kapal sandar, dan sesi praktik dapat memakai alat bantu angkat serta area dermaga Anda bila diizinkan pengelola terminal.
Apa yang perlu kami siapkan untuk meminta proposal?
Cukup perkiraan jumlah peserta, jenis muatan yang ditangani, lokasi pelabuhan, rentang waktu yang diinginkan, dan apakah uji kompetensi LSP ingin disertakan.